Ponpes Darul Falah Amtsilati Kembangkan Inovasi Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar

Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif sebagai upaya mengurangi permasalahan limbah di lingkungan pesantren.

Program ini berawal dari perhatian pengasuh pesantren, K.H. Taufiqul Hakim, mengenai banyaknya sampah plastik di lingkungan pesantren. Berangkat dari permasalahan tersebut, badan otonom pondok pesantren, khususnya di sektor Banom Lingkungan Hidup, mulai meneliti dan menemukan cara pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak sederhana.

Dalam pelaksanaannya, sampah plastik diolah menggunakan metode pirolisis, yakni proses pemanasan tanpa oksigen yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar cair yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan terbatas.

Ketua Banom Lingkungan Hidup, M. Iqbal Al Adabi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam menanggapi persoalan sampah di lingkungan pesantren.

“Untuk ide pengolahan sampah ini langsung dari Abah Yai, dan kami dari Banom Lingkungan Hidup berinisiatif mengolah sampah menjadi BBM. Harapan saya, program ini bisa mengurangi sampah di Darul Falah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ke depan program ini tidak hanya akan berfokus pada pengolahan sampah plastik, tetapi juga akan dikembangkan pada jenis sampah lainnya.

“Ke depan, kami berencana memperbanyak pengolahan sampah, tidak hanya sampah plastik, tetapi juga sampah organik,” tambahnya.

Sementara itu, Ustaz Failasuf Mufti selaku Ketua Umum Badan Otonom Pesantren menyampaikan bahwa pengolahan sampah mandiri menjadi salah satu target besar pondok pesantren tahun ini.

“Pengolahan sampah mandiri menjadi salah satu target besar pondok pesantren tahun ini dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, sekaligus menanamkan kesadaran kepada seluruh warga Darul Falah untuk lebih peduli terhadap kebersihan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya serta mendorong santri mengembangkan kreativitas dalam mengolah barang yang semula tidak bernilai menjadi karya yang bermanfaat dan memiliki nilai,” ujarnya.

Diharapkan melalui inovasi ini, Ponpes Darul Falah Amtsilati dapat menunjukkan peran aktifnya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan yang solutif dan berkelanjutan.