Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menerima kunjungan silaturahmi dari Pondok Pesantren Darul Haromain, Bogor, Jawa Barat, yang diasuh oleh K.H. Muharrom Hilali Marzuki pada Selasa, 23 Juni 2026. Kunjungan ini, selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, juga menjadi sarana bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem pembelajaran metode Amtsilati yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Selanjutnya, para peserta mengikuti demonstrasi pembelajaran yang meliputi metode Amtsilati, pembelajaran kitab, dan program bahasa. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, mulai dari metode Amtsilati sebagai dasar membaca kitab kuning hingga pembelajaran lanjutan melalui kitab Fathul Ajib.
Setelah sesi demonstrasi, acara dilanjutkan dengan bedah kitab yang membahas kandungan serta nilai-nilai yang terdapat dalam kitab sebagai bekal pembentukan karakter santri. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias, sehingga suasana acara berlangsung dengan khidmat.
Setelahnya, sambutan diberikan oleh perwakilan Pondok Pesantren Darul Haromain. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa kagum atas perkembangan Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati yang begitu pesat.
“Saya pernah datang ke sini pada tahun 2005. Saat itu pondoknya masih kecil, sedangkan sekarang, Masyaallah, sudah berkembang begitu luas. Ini tidak lain merupakan keberkahan dari Amtsilati dan Abah K.H. Taufiqul Hakim.”
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus mau‘izhah hasanah dari K.H. Taufiqul Hakim. Dalam kesempatan tersebut, beliau menceritakan perjalanan awal berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati yang dimulai dari kondisi yang sangat sederhana. Beliau menyampaikan bahwa berkat pertolongan Allah SWT, kerja keras, serta keistiqamahan dalam mengembangkan pendidikan, pesantren terus mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Beliau juga menjelaskan bahwa Amtsilati merupakan metode cepat membaca kitab kuning yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu membaca kitab-kitab dasar, seperti Fathul Qorib, secara fasih dalam kurun waktu satu hingga dua tahun. Selain itu, beliau turut memperkenalkan kitab Fathul Ajib yang terdiri atas dua puluh jilid. Hingga saat ini, sebelas jilid di antaranya telah dapat dipelajari oleh para santri.

K.H. Taufiqul Hakim juga berharap agar para santri mampu menjadi generasi yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia. Menurut beliau, santri tidak hanya diharapkan menjadi ulama, tetapi juga mampu berkiprah sebagai tentara, polisi, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. Dengan pondasi agama yang kuat, beliau meyakini Indonesia dapat menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Beliau juga mengutip hadis Rasulullah SAW:
إنَّ اللَّهَ ليدفعُ بالمسلمِ الصَّالحِ عن مائةِ أَهلِ بيتٍ من جيرانِهِ البلاءَ
Melalui hadis tersebut, beliau menjelaskan bahwa keberadaan seorang muslim yang saleh dapat menjadi sebab Allah SWT menolak berbagai musibah dari masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, para santri diharapkan senantiasa menjaga keimanan serta akhlak dalam menuntut ilmu agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Acara diakhiri dengan mushafahah antara peserta kunjungan dengan K.H. Taufiqul Hakim beserta jajaran pengasuh, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Melalui kunjungan ini diharapkan hubungan silaturahmi antara Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati dengan Pondok Pesantren Darul Haromain semakin erat. Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman mengenai metode Amtsilati, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpesantren dalam mencetak generasi santri yang unggul.
