Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Kembali mengembangkan inovasi baru melalui pembangunan GreenHouse Amtsilati sebagai sarana pembelajaran pertanian modern bagi para santri.
Pembangunan greenhouse ini berawal dari keinginan pengasuh pesantren, KH. Taufiqul Hakim, yang terinspirasi setelah melihat sebuah pondok pesantren di Bondowoso yang telah lebih dahulu memiliki fasilitas serupa. Dari pengamatan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan konsep greenhouse di lingkungan pesantren.
Gagasan ini kemudian direspons secara cepat oleh ketua pondok saat ini, Ustadz Syifa Ahmad. M. Ia menangkap keinginan tersebut sebagai peluang pengembangan dan segera mengambil inisiatif untuk melakukan riset lebih dalam.
Bersama tim supervisor, dilakukan kunjungan ke Desa Sumanding, sebuah daerah yang telah memiliki greenhouse aktif. Di sana, mereka mempelajari secara langsung proses pembangunan, sistem yang digunakan, hingga cara merawat tanaman di dalam greenhouse.
Sepulang dari kunjungan tersebut, proses realisasi langsung dilakukan. Greenhouse ini difungsikan sebagai sarana edukasi santri, khususnya dalam praktik pertanian modern berbasis hidroponik. Diproyeksikan nantinya para santri akan dilibatkan dalam setiap tahap, mulai dari penanaman hingga perawatan, sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung.
Selain sebagai media pembelajaran, greenhouse juga diarahkan untuk mendukung ekonomi kreatif pesantren. Hasil panen yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan dipasarkan, sehingga membuka peluang menuju kemandirian finansial pondok. Selain itu para santri juga mendapat keterampilan usaha yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ustadz Fajrul Falah selaku ketua program Green HouseAmtsilati turut menyampaikan pesan. Ia berharap Dengan hadirnya Green House ini, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga produktif dan inovatif.
Selain itu Ke depannya, Green House ini diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran sekaligus percontohan bagi masyarakat sekitar, serta menjadi langkah nyata menuju pesantren yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.
