Dalami Metode Amtsilati, Ponpes Fathul Huda Bandung Gelar Studi Tour ke Ponpes Darul Falah Amtsilati

Dalam rangka menguatkan tali silaturrahmi dan menumbuhkan kerja sama antar pesantren, Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Kunjungan dari pesantren asal Bandung, Jawa Barat ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026. Kunjungan yang diikuti oleh 55 peserta ini bertujuan untuk melaksanakan studi tour, bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, dan mengambil sanad.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan surat Al-fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta demonstrasi Amtsilati. Para peserta diperkenalkan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, mulai dari metode Amtsilati, kurikulum kitab hingga pembelajaran Bahasa.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi bedah kitab yang membahas mengenai pengamalan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Amtsilati yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.

Memasuki sesi sambutan, perwakilan Pondok Pesantren Fathul Huda menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan utama rombongan hadir adalah untuk menjalin silaturahmi, mengambil sanad keilmuan, serta memohon nasihat dan motivasi dari K.H. Taufiqul Hakim sebagai bekal dalam mengembangkan pendidikan di pesantren.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian sekaligus mau‘izhah hasanah yang disampaikan oleh K.H. Taufiqul Hakim. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti kondisi pendidikan pesantren saat ini yang dinilai menghadapi tantangan cukup besar, terutama menurunnya jumlah dan kualitas santri. Menurut beliau, santri merupakan garda terdepan umat Islam sehingga seluruh bagian dalam masyarakat perlu bersama-sama mengajak generasi muda untuk kembali mencintai dunia pesantren dan pendidikan agama.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memperkenalkan program RATU DAKWAH KITA SIMA (Gerakan Untuk Dakwah Kitab Sifatul Madzmumah dan Sifatul Karimah). Program ini dirancang agar dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan maupun instansi seperti SD, SMP, SMA, MI, MTS, MA dan banyak lagi sebagai upaya menanamkan nilai-nilai akhlak kepada masyarakat. Melalui gerakan tersebut, beliau berharap dapat terwujud ikhtiar untuk “memesantrenkan masyarakat dan memasyarakatkan pesantren.”

Selain itu, K.H. Taufiqul Hakim berharap lahir lebih banyak pemimpin bangsa dari kalangan santri. Menurut beliau, santri tidak hanya diharapkan menjadi ulama, tetapi juga mampu berkiprah di berbagai bidang, seperti pemerintahan, pendidikan, maupun sektor lainnya.

Acara diakhiri dengan mushafahah antara seluruh peserta kunjungan bersama K.H. Taufiqul Hakim beserta jajaran pengasuh, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Melalui kunjungan ini diharapkan hubungan silaturahmi antara Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati dan Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso semakin erat dan mampu bekerja sama dalam membangun sinergi untuk mewujudkan lahirnya generasi santri yang tinggi ilmunya dan dalam akhlaknya.