Pesantren Darul Falah Amtsilati Jepara Sukses Jadi Tuan Rumah Gelaran MQK Jawa Tengah 2025

Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menggelar acara seleksi Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Acara ini berlangsung pada 21–23 Juli 2025 dengan total peserta sebanyak 273 santri dari berbagai pesantren di Jawa Tengah. Seleksi ini juga bertujuan memilih santri terbaik untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam seleksi MQK tingkat Nasional di Sulawesi Selatan pada bulan Oktober mendatang.

Pembukaan acara ini berlangsung dengan meriah. Sejumlah pejabat penting turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wakil Bupati Jepara Bapak Muhammad Ibnu Hajar yang mewakili Bupati Jepara, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Bapak Saiful Mujab, serta Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim. Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, beliau mengucapkan selamat datang dan selamat berjuang untuk seluruh peserta seleksi MQK ini. Sebagai pengarang kitab Amtsilati, beliau menekankan pentingnya mendidik karakter bangsa yang tetap berpegang teguh pada agama di tengah tantangan zaman. Salah satunya ialah dengan menciptakan metode praktis agar semua kalangan mudah membaca kitab kuning. Tak lupa beliau juga menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas segala kekurangan.

Sementara itu, Bapak Saiful Mujab selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa seleksi MQK ini merupakan salah satu acara yang sangat penting.

“Seleksi MQK ini tidak lain adalah sebagai usaha bersama untuk kelestarian ajaran pesantren di seluruh wilayah Indonesia,” ucap beliau. Maka dari itu, beliau mengajak seluruh lapisan santri untuk bersama-sama mensukseskan acara seleksi MQK ini.

Acara dibuka oleh K.H. Taufiqul Hakim, Bapak Saiful Mujab, Bapak Ibnu Hajar, bapak Amin Handoyo, bapak Iwanuddin Iskandar, bapak Akhsan Muhyiddin dan dipimpin langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah, K.H. Taj Yasin Maimoen. Sebagai perwakilan Jawa Tengah, beliau berambisi untuk membawa Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi juara seperti tahun lalu.

 “Kami berkeinginan untuk menyelenggarakan MQK tingkat nasional di Jawa Tengah. Ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa provinsi ini merupakan salah satu pusat literasi keislaman terkemuka di Indonesia,” ujarnya tegas.

Oleh karenanya, beliau sangat menekankan pentingnya semangat juang dan kesungguhan dalam seleksi ini. Pesan beliau untuk para santri ialah agar senantiasa belajar di mana pun dan kapan pun.

Keesokan harinya, seleksi dimulai. Total terdapat 17 majelis dengan rincian 2 Majelis Ula, 5 Majelis Wustha, 7 Majelis Ulya, 1 Majelis Debat Bahasa Arab, 1 Majelis Debat Bahasa Inggris, dan 1 Majelis Lalaran. Babak seleksi dilaksanakan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan babak final di siang harinya.

Penutupan seleksi MQK dilangsungkan pada hari Rabu, 23 Juli 2025. Acara penutupan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para peserta, dewan juri, dan tamu undangan dari berbagai daerah. Dalam acara penutupan ini, para juara dari masing-masing majelis secara resmi diumumkan oleh dewan juri dan diberikan penghargaan.

Setelah pengumuman juara, K.H. Taufiqul Hakim menyampaikan selamat dan sukses kepada para juara yang nantinya akan mewakili Jawa Tengah di seleksi MQK nasional.

“Kalian semua adalah pilihan Allah SWT, sebagaimana sabda nabi, ‘Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan (baginya), niscaya Dia akan memahamkan dia dalam urusan agama.’ (HR. Bukhari & Muslim). Kalianlah adalah harapan bangsa ini ke depannya,” ucap beliau kemudian dilanjut dengan doa.

Penutupan seleksi MQK ini dipimpin oleh Bapak Amin Handoyo Lc, M.Ag, sebagai Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Bapak Saiful Mujab, yang berhalangan hadir. Dalam penutupannya, beliau mengatakan bahwa seleksi MQK ini sangat penting untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren di Indonesia, karena tradisi keilmuan yang kuat dapat menembus pertahanan ataupun serangan dari pihak mana pun. Acara ini ditutup dengan harapan seluruh pesantren di Provinsi Jawa Tengah bisa terus berbenah dan berkembang hingga bisa menjuarai MQK Nasional di Sulawesi Selatan pada bulan Oktober mendatang.