Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menggelar acara pembacaan Shalawat Burdah pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Pesanggrahan dan diikuti oleh seluruh santri serta pengurus pesantren. Turut hadir pula para asatidz pesantren, di antaranya Ustadz Irham, Ustadz Najib, dan Ustadz Khanifum Mushoffa.
Pada pukul 19.00 WIB, Auditorium Pesanggrahan tampak telah dipadati oleh para santri. Sambil menunggu acara dimulai, tim rebana El-Falah melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW bersama para santri. Acara resmi dimulai pada pukul 19.15 WIB dengan pembacaan Surah Al-Fatihah.

Setelah acara dibuka, Ketua Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Ustadz Syifa Ahmad, menyampaikan sambutannya. Beliau menyampaikan:
“Kita mengadakan sebuah acara peringatan kisah sejarah yang sangat berarti dalam perkembangan umat Islam. Sekitar 1.500 tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa besar yang dikenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj.”
Selain itu, beliau juga mengumumkan bahwa sebagai santri dan bagian dari masyarakat, seluruh elemen Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati akan memiliki rutinitas bulanan baru, yaitu pembacaan Shalawat Burdah secara bersama-sama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Setelah sambutan, seluruh santri, pengurus, dan asatidz membaca Shalawat Burdah bersama-sama. Pembacaan Shalawat Burdah ini dipimpin oleh grup rebana El-Falah. Diiringi tabuhan rebana, seluruh peserta acara larut dalam lantunan shalawat yang khidmat. Pembacaan shalawat ini menggunakan kitab karya K.H. taufiqul Hakim, yakni sholawat Qosidan burdah al musthofa yang berisi syiir qosidah arab dan syiir Indonesia sebagai bentuk ta’dzim kepada sang guru. shalawat ini diakhiri dengan pembacaan Mahallul Qiyam secara bersama-sama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mau‘izhah hasanah oleh Ustadz Khanifum Mushoffa. Dalam mau‘izhahnya, beliau mengingatkan seluruh santri agar senantiasa membaca shalawat di mana pun dan kapan pun sebagai bentuk memegang teguh identitas diri sebagai seorang santri.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh santri semakin menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta mampu mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
