Merawat Tradisi dan Bahasa dalam Peringatan Harlah NU ke-100 dan Festival Bahasa di Darul Falah Amtsilati

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 dalam kalender Masehi, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menggelar acara Harlah NU dan Festival Bahasa dengan tema “Merawat Tradisi, Menjaga Bahasa, sebagai Khidmat NU dalam Membangun Peradaban Bangsa.” Tema ini diangkat sebagai bentuk ekspresi syukur sekaligus ikhtiar dalam merawat tradisi keilmuan dan kebudayaan. Acara peringatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seru yang sangat dinantikan oleh seluruh santri.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama digelar di Auditorium Pesanggrahan pada pukul 08.30 WIB. Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan pementasan drama yang mengangkat sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Selain sebagai hiburan, pementasan ini bertujuan agar para santri dapat mengenal dan menghargai jasa para pahlawan pendiri NU melalui pemahaman sejarahnya.

Setelah pementasan drama, Ustadz Syifa Ahmad selaku Ketua Umum Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati memimpin seremoni pembukaan Festival Bahasa dengan prosesi penyalaan obor. Usai membuka acara, beliau menyampaikan sambutannya bahwa Festival Bahasa merupakan salah satu langkah revolusioner pesantren untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Lomba Da’i dan Lomba Cerdas Cermat (LCC). Setiap asrama diberi kesempatan untuk mengirimkan perwakilannya. Para santri yang menyaksikan jalannya perlombaan tampak antusias dan turut memberikan sorakan semangat kepada perwakilan asrama masing-masing. Selain itu, juga diselenggarakan Lomba Video dan Lomba Majalah Dinding (Mading).

Pada malam harinya, acara berlanjut ke sesi kedua yang kembali digelar di Auditorium Pesanggrahan. Dalam kesempatan ini, Ustadz Syifa Ahmad kembali menyampaikan sambutannya. Beliau mengajak seluruh santri untuk senantiasa menguatkan akidah sebagai identitas utama seorang santri.

“Kita adalah para santri yang terus berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Setiap pagi, Abah Yai selalu menyampaikan materi akidah yang benar-benar harus kita pegang bersama sebagai seorang santri,” tutur beliau.

Setelah sambutan, beliau mengajak seluruh peserta yang terdiri dari santri dan pengurus Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati untuk membaca istighotsah bersama sebagai ikhtiar mendoakan keselamatan agama dan bangsa. Para peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian istighotsah tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari empat kategori perlombaan. Asrama Illiyyin Pasca Amtsilati berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan Juara I pada Lomba Video, Mading, dan Da’i, serta Juara III pada Lomba LCC. Adapun rincian kejuaraan adalah sebagai berikut:

Lomba Da’i

  1. Illiyyin
  2. Darussalam
  3. Takhosus

Lomba LCC

  1. Tasawwuf
  2. Darussalam
  3. Illiyyin

Lomba Mading

  1. Illiyyin
  2. Darussalam
  3. Takhosus

Lomba Video

  1. Illiyyin

Setelah pengumuman pemenang, acara dilanjutkan dengan pemutaran video dari asrama pemenang lomba. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup yang dibacakan oleh Ustadz Rosyid. Diharapkan, melalui peringatan Harlah NU dan Festival Bahasa ini, para santri dapat semakin mencintai tradisi, menjaga keluhuran bahasa, serta meneguhkan nilai-nilai ke-NU-an dalam kehidupan sehari-hari.