Perkuat Silaturahmi dan Tradisi Keilmuan, MMPJ Gelar Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati

JEPARA — Pondok Pesantren Darul Falah menjadi tuan rumah kegiatan Bahtsul Masail yang diselenggarakan oleh Majelis Musyawarah Pondok Jepara (MMPJ). Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarpesantren, menguatkan tradisi keilmuan, sekaligus menjadi forum musyawarah dalam membahas berbagai persoalan keislaman secara ilmiah.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahesa, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan khidmat. Suasana kemudian semakin khusyuk dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Hazimul Fikri sebagai bentuk doa bersama untuk para masyayikh, guru, dan pendahulu pesantren.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pondok Pesantren Darul Falah, Ustadz Syifa Ahmad, serta Ketua Majelis Musyawarah Pondok Jepara (MMPJ), Ustadz Indra Kurnia Habib. Dalam sambutannya, keduanya menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah antarpesantren, memperkuat tradisi musyawarah, serta melestarikan budaya keilmuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas pesantren.

Memasuki sesi inti, forum Bahtsul Masail berlangsung secara dinamis, ilmiah, dan penuh antusiasme. Para peserta berdiskusi serta mengkaji berbagai persoalan keislaman melalui pendekatan fikih dengan mengedepankan argumentasi yang berlandaskan kitab-kitab turats. Suasana musyawarah berlangsung aktif namun tetap menjunjung tinggi adab berdiskusi yang menjadi ciri khas tradisi pesantren.

Setelah seluruh pembahasan selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan penyampaian kesan dan pesan dari para peserta, kemudian diakhiri dengan sarasehan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan mempererat hubungan antarpesantren.

Pada kesempatan tersebut, keluarga besar Pondok Pesantren Darul Falah menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus MMPJ atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantren sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bahtsul Masail. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan maupun pelayanan masih terdapat kekurangan.

“Tentu dalam proses penyambutan dan pelayanan, kami menyadari tidak ada yang sempurna. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kurang berkenan di hati para ustadz dan rekan-rekan sekalian,” ujar panitia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi dan silatul ilmi antarpesantren di Kabupaten Jepara semakin erat, sehingga mampu memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan tradisi keilmuan Islam. Semoga forum Bahtsul Masail MMPJ terus melahirkan pemikiran-pemikiran yang mencerahkan, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan pesantren dan umat.