Perjalanan Amtsilati Champions League 2026 resmi berakhir pada Ahad, 4 Oktober 2026. Setelah berlangsung selama hampir dua bulan sejak 14 Agustus 2026, kompetisi tersebut ditutup dengan pertandingan final yang mempertemukan Gladiator FC dan Anfu FC.
Pertandingan final digelar di Lapangan GBA pada Ahad sore hingga menjelang Maghrib. Ratusan penonton turut hadir memberikan dukungan kepada kedua tim. Dengan menghadirkan tiga wasit dari luar, pertandingan berlangsung sengit, penuh semangat, dan diwarnai persaingan ketat sejak awal hingga akhir laga.

Mengenakan seragam hitam, Gladiator FC akhirnya keluar sebagai juara setelah berhasil mengalahkan Anfu FC dengan skor 1–0. Satu gol yang tercipta menjadi penentu kemenangan sekaligus mengantarkan Gladiator FC meraih gelar Juara 1 Senior Amtsilati Champions League 2026.
Kemenangan tersebut menjadi penutup perjalanan kompetisi yang telah berlangsung selama hampir dua bulan. Namun, Amtsilati Champions League tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi ruang bagi para santri untuk belajar tentang sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat perjuangan.
HASIL AMTSILATI CHAMPIONS LEAGUE 2026
Senior
🥇 Juara 1: Gladiator FC
🥈 Runner-up: Anfu FC
⚽ Top Skor: Hadori
⭐ Pemain Terbaik: Asfa dhiya
Junior
🥇 Juara 1: Alifa FC
🥈 Runner-up: Oesaka FC
⚽ Top Skor: M. Fadhli
⭐ Pemain Terbaik: Zidni Ilman

Gladiator FC sebagai juara pertama Senior berhak menerima hadiah sebesar Rp1.300.000, sedangkan Anfu FC sebagai runner-up memperoleh Rp1.000.000.
Kesuksesan pelaksanaan Amtsilati Champions League 2026 tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pembimbing dan pembina, panitia, koordinator pertandingan, hingga divisi lapangan dan perlengkapan.

Kompetisi ini resmi dibuka pada 14 Agustus 2026 dan ditutup pada 4 Oktober 2026.
Lebih dari sekadar pertandingan, Amtsilati Champions League 2026 meninggalkan pesan bahwa kemenangan bukan hanya tentang mencetak gol dan mengangkat trofi. Dari lapangan, para santri belajar untuk berjuang bersama, bermain dengan sportif, disiplin dalam proses, serta menghargai perjuangan setiap tim. Dari lapangan, lahir semangat para santri untuk terus berprestasi.
