Pesantren Darul Falah Amtsilati Fasilitasi Perpulangan Santri Dengan Aman Dan Tertib

Suasana haru dan gembira menyelimuti Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati saat ribuan santri putra dan putri bersiap pulang ke kampung halaman untuk menikmati liburan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H. Setelah enam bulan penuh menimba ilmu tanpa henti, waktu istirahat yang dinanti akhirnya tiba juga.

Sebanyak 1.251 santri tercatat mengikuti agenda perpulangan kali ini. Mereka berangkat dalam rombongan besar yang telah diatur berdasarkan daerah asal masing-masing, mulai dari berbagai wilayah di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jabodetabek, hingga Madura, serta dari luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, NTB, dan NTT.

Keberangkatan santri dilakukan secara bertahap. Santri yang tidak mengikuti wisuda diberangkatkan lebih dahulu pada 26 September 2025 bertepatan dengan 4 Rabiul Akhir 1446 H. Sementara itu, bagi santri yang menjadi peserta maupun panitia wisuda, keberangkatan dimulai sehari setelahnya, yakni pada 27 September 2025 / 5 Rabiul Akhir 1446 H.

Untuk mengantarkan para santri ke berbagai daerah, pihak pesantren menyiapkan armada besar: 20 bus besar, 6 bus medium, dan 3 travel. Jumlah ini disesuaikan dengan banyaknya santri dan luasnya sebaran daerah asal mereka. Sistem rombongan per daerah ini sudah menjadi tradisi di Darul Falah Amtsilati setiap kali liburan panjang tiba.

Menurut panitia perpulangan, sistem rombongan ini memiliki banyak manfaat. Selain untuk menjaga ketertiban dan keselamatan para santri selama perjalanan jauh, juga bertujuan membantu meringankan beban wali santri. Dengan bergabung dalam rombongan, orang tua tidak perlu menjemput atau menanggung biaya pulang-pergi yang sering kali cukup besar, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari Jepara.

Namun, liburan di Amtsilati bukan berarti libur dari semangat belajar. Sebagaimana tradisi pesantren modern yang tetap berpegang pada nilai-nilai salaf, setiap santri dibekali dengan program “Amanati” sebelum pulang. Program ini berisi berbagai amanat keilmuan yang harus dijalankan selama liburan, seperti ibadah harian, hafalan, dan dauroh kitab. Tujuannya agar semangat belajar dan ruh pesantren tetap hidup meski santri sedang berada di rumah.

Santri dijadwalkan kembali ke pondok pada 17 Oktober 2025, dengan sistem keberangkatan yang juga difasilitasi oleh pihak pesantren melalui rombongan resmi.

Pihak pesantren berharap, liburan Maulid ini tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga kesempatan bagi para santri untuk memperkuat hubungan keluarga dan membawa nilai-nilai pesantren ke lingkungan masing-masing.