Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati baru saja melangsungkan Opening Ceremony dari program bahasa pesantren. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025 di Aula Pesanggrahan. Program bahasa ini digagas langsung oleh K.H. Taufiqul Hakim untuk membentuk karakter santri yang terbiasa menggunakan bahasa Arab maupun Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang produktif dan mendukung penggunaan bahasa asing.
Acara bertema “Membangun Peradaban Lewat Bahasa: Mewujudkan Generasi Amtsilati yang Fasih, Santun, dan Berdaya Saing” ini diikuti oleh segenap santri dan pengurus Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Tema ini memberikan gambaran luas mengenai pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia. Dengan mempelajari bahasa asing, seseorang akan lebih mudah mencerna ilmu dari luar, lebih mudah menyampaikan gagasan, serta mampu berinteraksi dengan orang dari bangsa yang berbeda. Secara tidak langsung, kemampuan-kemampuan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun peradaban untuk masa depannya.
Oleh karena itu, penerapan program bahasa ini ditujukan untuk mendesain ulang peradaban Darul Falah Amtsilati, serta menambahkan identitas baru sebagai pondok pesantren yang santrinya mampu menguasai berbagai bahasa asing.
Dalam acara ini, Ustadz Abdussalam juga menyampaikan sambutannya. Ketua Pondok Pesantren Darul Falah tersebut menyebut bahwa peresmian program bahasa ini merupakan salah satu langkah awal bagi pesantren untuk terus berinovasi dan menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengkaji ilmu agama, namun juga mahir dalam berbahasa asing.
Penerapan program bahasa ini nantinya akan dibagi dalam dua kategori, yakni:
Tanggal genap: Arabic Day (santri dan pengurus menggunakan bahasa Arab)
Tanggal ganjil: English Day (santri dan pengurus menggunakan bahasa Inggris)
Jum’at: Bebas (Indonesia, bahasa daerah)
Untuk berinteraksi dengan warga lokal, para santri dan pengurus akan menggunakan Bahasa Jawa Kromo sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya setempat.
Diharapkan, peresmian program bahasa ini mampu membuka jalan baru bagi santri Darul Falah Amtsilati untuk berkembang lebih luas, baik dalam ranah akademik maupun sosial. Selain itu, program ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak dan berilmu, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
