Berita Pesantren

Sanadan Kubro ; Upaya Menjaga Dan Merawat Keilmuan Amtsilati

Jepara – Amtsilati
Selasa, 21 Mei 2024

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia tentunya memiliki sistem pembelajaran sendiri yang khas, sehingga bisa mencetak banyak tokoh Ulama’, Kiai, Ilmuwan, dan sebagainya. Salah satu faktor penting dalam menjaga keilmuan adalah sanad.

‎أَلْإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ
‎ (شرح الصحيح مسلم للنواوي: ج ١، ص ٤٧)

Artinya: “Sanad adalah urusan agama. Kalau urusan sanad tidak diperhatikan, maka setiap orang bisa berbicara apa saja sekehendak hatinya.”

Dalam rangka menjaga, merawat, dan melanggengkan sanad itu, Ponpes Darul Falah Amtsilati menggelar “Sanadan & Silaturrahim Masayikh” pada Selasa 21/05/24 di Gedung Pesanggrahan Amtsilati.

قَالَ عَبْدُ اللهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ القَوْمِ القَوَائِمُ. يَعْنِى الْإِسْنَاد (شرح صحيح مسلم للنواي: ج ١، ص ٤٨)

Artinya: “Abdullah ibnu Mubarak berkata, “Yang membedakan antara kita (Aswaja) dengan kaum lain adalah sanad.”

Sanadan ini telah menjadi agenda tahunan yang dinanti. Sanadan Kubro diadakan setahun sekali, sementara Sanadan Sugro dilaksanakan dua kali setahun. Keduanya bertujuan untuk memberikan ijazah sanad keilmuan dari berbagai kitab yang dikaji seperti fiqih, tauhid, akhlaq, tarikh, ushul fiqih, tasawuf, nahwu & shorof, balaghah, dan mantiq oleh Gus K.H. Rizqi Al-Mubarok serta sebagai ajang silaturrahim antar santri dan masayikh. Sanadan diikuti oleh seluruh mutakhorijin baik dari Pasca Amtsilati, Takhosus, Akselerasi, dan Matrikulasi.
Hadir para masayikh yakni Gus K.H. Rizqi Al-Mubarok, Ust. Arinal Haq Zakiyyat, Ust. Hanifum Mushoffa, Ust. Misbachul Cholisin, Ust. Irkham, Ust. Najib Habibie, Ust. Jamzuri, Ust. Amir, dan Ust. Faqih.

“Pada Sanadan tahun kemarin, Gus Rizqi itu dawuh, Sanad itu kunci, ibarat brankas kita sudah dikasih kunci tinggal membuka isinya, nah yang penting itu isinya. Maka, jangan lupa untuk membaca kitab-kitab yang sudah diijazahkan kepada kalian”. Ucap Ust. Fahri selaku Wakil Ketua Pondok dalam sambutannya.

Semua peserta Sanadan memperoleh ijazah sanad dan kitab منة الرحيم من اسانيد الشيخ الكياهي الحاج توفيق الحكيم yang disusun oleh Lajnah Sanad Amtsilati berisikan seluruh kitab yang sudah dipelajari oleh K.H. Taufiqul Hakim dan mendapatkan sanad dari guru beliau Almaghfurlah K.H. M.A Sahal Mahfudz Allahu Yarham yang kebanyakan diperoleh melalui Syech Yasin Al-Fadani, Ulama’ asal Padang – Sumatera Barat yang dijuluki Musnid Al-dunya (mata rantai sanad keilmuan dunia) sebab, hampir semua ulama muslim pada abad ke – 20 M, sanad keilmuan mereka dan periwayatan mereka bersumber dari Syech Yasin Padang.

“Imam Abu Hanifah pernah menemui 7 sahabat di Mekkah, salah satunya adalah sahabat Anas bin Malik R.A, namun Imam Abu Hanifah tidak dijuluki sahabat sebab sahabat itu itu yang pernah bertemu langsung dengan Rasulullah. Imam abu Hanifah masuk dalam golongan tabi’in, nantinya tabi’in ini bertemu lagi dengan yang dibawahnya sampai ke ulama-ulama kita. Maka, tradisi mulazamah (bertatap muka dengan guru) harus selalu dilanggengkan. Walaupun sekarang ngaji bisa secara online, namun hadir di majlis ilmu langsung harus selalu dilanggengkan sampai kapanpun” ujar Ust. Misbachul Cholisin.

“Salah satu keistimewaan menjadi santri Amtsilati adalah bahwa Abah Yai K.H.Taufiqul Hakim mempunyai 3 sanad sekaligus baik dari Amtsilati, Keislaman, dan Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Kholidiyah. Pentingnya sanad adalah kita berada dalam rel-nya Abah, satu jalur. Nah, selain dalam keilmuan, sanad juga bisa kita terapkan untuk mencontoh tingkah laku guru kita, sifatnya, akhlaqnya, dan ucapannya. Sanad secara bahasa adalah اسناد bersandar atau sandaran, sandaran ini tentunya harus kokoh, melalui guru-guru kita bahkan sampai Rasulullah” pungkas Gus Rizqi dalam sambutannya.

Amtsilati sendiri dari K.H. Taufiqul Hakim melalui K.H. M.A Sahal Mahfudz, Ulama’ intelektual penuh pemikiran cemerlang, pencetus fiqih sosial. Sedangkan Thoriqoh Mu’tabaroh An-Naqsabandiyah Al-Kholidiyah melalui K.H. Salman Dahlawi Popongan Klaten Mursyid yang penuh kharismatik.
“Ajaztukum” ucap Gus Rizqi
“Qabilna” jawab seluruh peserta sanadan secara serempak.

Melihat betapa pentingnya sanad ini, semoga santri Amtsilati bisa selalu melanggengkan sanad ini sampai kapanpun, bisa mempelajari seluruh kitab yang sudah diijazahkan, dan mendo’akan para guru, kiai, ulama yang sudah memberikan keilmuan ini untuk umat.

“Sanad merupakan mata rantai yang menghubungkan antara murid dengan guru, guru yang sampai kepada muallifnya bahkan sampai ke Rasulullah SAW.
Sanad adalah hal yang penting, karena kita akan mengenang jasa-jasa para guru yang begitu luar biasa sehingga kita bisa mendapatkan barokah ilmu mereka” dawuh K.H. Taufiqul Hakim dalam kata pengantar kitab منة الرحيم من اسانيد الشيخ الكياهي الحاج توفيق الحكيم
Semoga pada tahun-tahun berikutnya, tak hanya sanad keilmuan yang bisa kita peroleh, aqwalnya, af’alnya, sifatnya bisa kita contoh untuk meneruskan perjuangan guru.