Amtsilatinesia

Konferensi Besar Ke-3 Amtsilati Luar Negeri, Abah Yai : Kalian Semua Ujung Tombak Amtsilati

Pada Jum’at, 17 Mei 2024, Konferensi Besar Ke-3 Amtsilati Luar Negeri diselenggarakan melalui Zoom Meeting. Dalam konferensi ini, tema yang diangkat adalah “Mengukuhkan Ikatan: Menyatukan Tangan Sesama Murid, Memperkuat Hubungan pada Sang Guru”. Acara ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Darul Falah Amtsilati, K.H. Taufiqul Hakim, dan Gus K.H. Rizki Al-Mubarok.

Amtsilati Luar Negeri, organisasi yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 2019, telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak awal berdirinya. Dipimpin oleh  Ust. Azro Chalim Amtsilati Yaman, Ust. Zainal Ariifin Amtsilati Maroko, dan saat ini Ust. Fahmi Latifuddin Amtsilati Mesir, organisasi ini telah berkembang pesat dalam menyebarkan syiar Amtsilati. Alumni Amtsilati tersebar di 15 negara dan 3 benua, dengan keikutsertaan aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa seperti PPI dan PCINU.

Para alumni Amtsilati yang menempuh pendidikan di luar negeri juga turut aktif dalam mempromosikan dan menyebarkan nilai-nilai Amtsilati di negara tempat mereka berada. Beberapa negara telah berhasil menyelenggarakan acara-acara Amtsilati baik secara offline maupun online, seperti di Mesir yang telah sukses menyelenggarakan Wisuda Amtsilati.

Berikut daftar 15 negaranya :

1. Amtsilati Yaman
2. Amtsilati Mesir
3. Amtsilati Turki
4. Amtsilati Maroko
5. Amtsilati Saudi
6. Amtsilati Sudan
7. Amtsilati Iran
8. Amtsilati Tunisia
9. Amtsilati Jerman
10. Amtsilati Jepang
11. Amtsilati Malaysia
12. Amtsilati Jordan
13. Amtsilati Pakistan
14. Amtsilati Afrika Selatan
15. Amtsilati Suriah

Dalam sambutannya, Ketua Amtsilati Luar Negeri periode 2023-2024, Ust. Fahmi Latifuddin, menyampaikan terima kasih kepada Abah Yai K.H. Taufiqul Hakim dan Gus K.H. Rizki Al-Mubarok yang turut hadir dalam konferensi ini. Ia juga mengungkapkan keberhasilan Amtsilati dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan di berbagai negara, serta peran penting alumni dalam menyebarkan dakwah Amtsilati, tak lain adalah berkat barokah dari Abah Yai dan Amtsilati.

“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada panjenengan semua atas Konbes Ke-3 ini, panjenengan semua adalah ujung tombak Amtsilati, pahlawan Amtsilati, yang menjadikan Amtsilati bermanfaat tidak hanya di Indonesia tapi bermanfaat untuk dunia. Amtsilati adalah progam pemula membaca kitab kuning, bukan pemuka. Walaupun program pemula namun Amtsilati intisari dari Alfiyyah. Alhamdulillah kalau dulu Amtsilati dipelajari oleh anak-anak lulusan SD, namun dua tahun ini Amtsilati sudah bisa dikuasai oleh anak-anam MI kelas 2,3, dan 4. Intinya Amtsilati bisa masuk pada sekolah dasar sekalipun.
Balaghoty ini saya ambil dari Jauharul Maknun, dulu pada saat saya belajar Balaghoh seakan akan Balaghoh adalah ilmu langit yang sulit digapai. Adanya Balaghoty ini bisa menjadi metode praktis belajar Balaghoh.
Al-Fadhail ini metode praktis berdakwah di masyarakat, dulu itu dakwah macam-macam. Ada pengajian umum yang kiainya harus lucu kalo ga lucu ga seru. Kalau seminar ilmiah itu lebih terfokus sebab ada makalahnya.
Dengan metode ini maka kami mengadopsi sistem pengajian umum, seminar, yang ada makalahnya dan bisa diulang-ulang di rumah, bisa teratur dan terarah” dawuh K.H. Taufiqul Hakim pada sesi bedah kitab Mausu’ati, Balaghoty. Motivasi, dan Al-Fadho’il.

Gus K.H. Rizki Al-Mubarok turut mengingatkan agar selalu silaturrahim kepada guru, beliau mengibaratkan seperti dlomir muttasil yang selalu tersambung, maka sebagai santri jangan sampai putus silaturrahim dan do’a kepada guru.

Konferensi ini diramaikan dengan takroran, sharing dari para alumni lintas negara, dan pemilihan ketua baru ALN untuk periode 2024-2025. Ust. Muhammad dari Bangkalan, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Ahgaff Yaman, terpilih sebagai Ketua baru, didampingi oleh Wakil Ketua, Ust. Alfan Aliyul Iqbal, juga dari Bangkalan dan studi di universitas yang sama.

Dalam penutupan konferensi, Abah K.H. Taufiqul Hakim mengingatkan para alumni bahwa mereka adalah ujung tombak Amtsilati dan diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda.

“Wahai para alumni luar negeri, panjenengan semua ujung tombak Darul Falah dan menjadi contoh untuk adek-adek kalian agar bisa meniru jejak belajar kalian. Semoga selalu bisa Memperluaskan peran, dan kemanfaatan. Ini semua jasa dan karya panjenengan semua” pungkas Abah K.H. Taufiqul Hakim dalam sambutannya.

Amtsilati Luar Negeri juga memberikan informasi mengenai jalur masuk dan beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan studi di luar negeri melalui akun Instagram @amtsilati.luarnegeri.

Konferensi Besar Ke-3 Amtsilati Luar Negeri ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antar alumni, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat pendidikan dan dakwah Amtsilati di berbagai belahan dunia.