Amtsilatinesia

Alumni Amtsilati Jabodetabek Gelar Ngaji Bareng dan Pembagian Sanad Bersama KH. Taufiqul Hakim: Membangun Tradisi Silaturahmi dan Warisan Keilmuan Islam

Menyambung tali silaturahmi dan sanad murid kepada guru adalah upaya yang penting dalam kehidupan, terutama tradisi keilmuan Islam. Sebab, hal ini melibatkan pembelajaran langsung dari guru kepada murid secara berkesinambungan, bahwa murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menyerap adab, etika, dan spiritualitas dari guru. Selain itu juga dapat menciptakan hubungan yang kuat antara guru dan murid, memungkinkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam untuk dilestarikan dan dikembangkan secara autentik dari generasi ke generasi.

Alumni Amtsilati Jabodetabek menggelar Ngaji Bareng dan Pembagian Sanad bersama KH. Taufiqul Hakim, pada hari Ahad, 25 Februari 2024 Acara berlangsung di UPT. Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jl. Kemakmuran No. 72, Marga Jaya, Kec. Bekasi Selatan., Kota Bekasi, Jawa Barat 17141. Puluhan santri alumni Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati yang berasal dari Jabodetabek ikut serta menghadiri dan memeriahkan ngaji bersama KH. Taufiqul Hakim selaku mushonnif Amtsilati sekaligus pengasuh pondok tersebut.

Acara mulai dibuka oleh Master Of Ceremony, rasanya tidak afdhol jika acara tidak dilantunkan dengan pembacaan ayat suci al-quran, maka dari itu acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci al-quran oleh Kang Rifqi Ali. Disambung dengan pembacaan Maulid yang dipimpin oleh Habib Rif’at dan teman – teman alumni.

Dilanjutkan dengan sambutan yang pertama dibawakan oleh Ketua Organisasi PRJ (Perkumpulan Rekan Jabodetabek) Amtsilati yaitu Ustadz Nizhom. Ketua menyampaikan ucapan rasa terima kasih banyak kepada teman-teman santri alumni putra-putri yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan membantu dalam mensukseskan acara ini. Ia juga mengungkapkan mengenai berdirinya organisasi PRJ. Pada tahun 2001 sampai 2010 itu tidak adanya tempat yang penampung perkumpulan teman-teman santri yang berasal dari Jabodetabek, alhasil di tahun 2010 ia dan teman-teman sebayanya akhirnya mendirikan Perkumpulan Rekan Jabodetabek (PRJ) Amtsilati yang mempunyai visi-misi yang sama yaitu menyebarluaskan syiar Amtsilati di masyarakat.

“Mudah-mudahan teman-teman PRJ selalu saling bersinergi” ujar Ustadz Nidzhom dalam sambutannya.
Sambutan terakhir yakni oleh Ustadz Rif’at, yang mewakili Alumni Amtsilati Jabodetabek. Ia menyampaikan beberapa pesan,

“Kita sebagai santrinya Abah Yai harus mempunyai niat untuk syiar Amtsilati agar terus tersebar luas di kalangan masyarakat, para alumni bertanggung jawab untuk mendukung dan meramaikan pergerakan Amtsilati PRJ, karena PRJ besar juga atas sumbangsih daripada alumni, yang terakhir saya berharap kepada teman-teman alumni untuk saling bersinergi, karena nantinya akan ada program produktif yaitu mengadakan ngaji bersama Alumni Amtsilati yang insyaallah akan dilaksanakan 6 bulan atau 3 bulan sekali.”

KH. Taufiqul Hakim memulai acara dengan mengajak para alumni untuk mengulangi pelajaran Amtsilati secara bersama-sama dan riang gembira. Kemudian beliau memberikan testimoni Kitab Mausu’ati (Metode Lanjutan Amtsilati) kepada para alumni dari dua santri yaitu Kang Luthfi dan Kang Haikal (kelas 3 dan 4 MI) yang sudah mampu membaca kitab Fathul Qarib dengan lancar dan berhasil mengkhatamkan kitab Fathul Ajib selama 17 hari dan 25 hari.

Selanjutnya, beliau membedah isi kitab Bayti Jannati dengan menuliskan metode dakwah yang menyenangkan didalam kitab tersebut. Beliau memberikan wejangan bagaimana cara menjadi seorang tokoh yang baik seperti apa. Contoh menjadi guru yang sholih itu guru yang sabar dan ikhlas, walaupun dibayar tidak dibayar tetap mengajar, jadikanlah muridmu tempat ladang amal kebaikan dan menanam ilmu. Didiklah muridmu agar berbakti kepada orang tua. Kitab ini merupakan intisari menjadi anak yang sholih. Bahwa orang tua adalah ekspetasi anak, jika anaknya ingin menjadi hafal al-quran, maka ibunya harus hafal al-quran, jika anaknya ingin menjadi ahli matematika, maka ibunya harus bisa matematika. Semua yang dijelaskan itu ada di kitab Bayti Jannati.

Acara Ngaji Bareng Alumni dan Pembagian Sanad ditutup dengan ijazah kitab dan keilmuan oleh KH. Taufiqul Hakim, dilanjutkan Mushofahah bersama seluruh alumni Amtsilati Jabodetabek. Semoga dengan adanya agenda rutinan seperti ini bisa untuk memperkuat tali silaturrahmi antar alumni Amtsilati dan K.H. Taufiqul Hakim, serta menyebarluaskan agama Islam dan Amtsilati.

Oleh: Muhammad Mulky Al Haramain (Alumni)
UPT. Asrama Haji Embarkasi Bekasi