Jepara, 23 Mei 2025 — Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, yang terletak di Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk pertama kalinya mengadakan sekaligus menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional: Musabaqah Qira’atil Kutub Amtsilati se-Nusantara (MQKAN). Dengan tema “Membangun Masa Depan Gemilang Bersama Generasi Amtsilati”, acara ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perkembangan metode Amtsilati di kancah keilmuan pesantren Indonesia.
Acara yang digelar dari tanggal 19 hingga 22 Mei 2025 ini diikuti oleh 635 peserta dari berbagai pondok pesantren pengguna metode Amtsilati di seluruh Nusantara. Tujuan utama MQKAN adalah untuk menunjukkan bahwa metode Amtsilati tidak hanya menjaga warisan keilmuan Islam dari para ulama terdahulu, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam.
Tiga jenis perlombaan menjadi inti dari MQKAN tahun ini, yakni:
- MQK Fathul Qorib dengan metode Amtsilati (jenjang marhalah wustho dan ulya)
- Olimpiade Amtsilati berbasis CBT (jenjang marhalah wustho dan ulya dengan tambahan materi Kitab Mausu’ati)
- Dakwah kontemporer (jenjang marhalah ula dan wustho)
Puncak pembukaan acara diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2025, Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU K.H. Charis Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Fadlun Nafis sekaligus mantan Bupati Jepara K.H. Marzuki, S.E., serta perwakilan dari Fatayat, Ansor, dan Kemenag Kabupaten Jepara. Dalam acara ini K.H. Taufiqul Hakim memberikan sambutan dan mauidzoh. Dalam sambutannya beliau menyapa para peserta dan hadirin:
“Selamat dan sukses kepada seluruh peserta Musabaqah Qira’atil Kutub. Nantinya, tiga orang (juara 1 jenjang ulya) akan diumrahkan oleh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati.”
Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para koordinator wilayah yang telah bekerja keras demi suksesnya pelaksanaan MQK perdana ini. Bagi beliau sendiri, kemeriahan acara MQKAN ini sama sekali tidak disangka.
“Kami mengapresiasi kesemangatan kalian semua, ini adalah MQK perdana yang kami selenggarakan. Prediksi saya sekitar 100 orang, tapi ternyata peserta yang mengikuti membludak jadi 600 orang Alhamdulillah. Dan dengan tim horenya (official) sampai 1000 orang” ucap beliau.
Tak hanya memberi semangat, K.H. Taufiqul Hakim juga mendemonstrasikan langsung pembacaan kitab Amtsilati, Fathul Ajib, serta beberapa kitab kuning lainnya, demonstrasi pembacaan kitab digelar di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan. Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan kemampuan para santri melainkan penerapan bagaimana metode Amtsilati mampu menjembatani pemahaman terhadap kitab-kitab klasik dengan cara yang terstruktur dan sistematis.
Sambutan berikutnya datang dari K.H. Marzuki, yang mengingatkan bahwa mondok adalah nikmat besar dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Acara resmi dibuka dengan simbolik pemukulan gong oleh K.H. Charis Rohman, disusul pembacaan ikrar dewan juri yang dipimpin langsung oleh Abah Yai, sebagai bentuk komitmen terhadap sikap adil dan profesional dalam penjurian.
Tak kalah meriah, pembukaan MQKAN juga dimeriahkan oleh penampilan seni tari dari berbagai daerah di Nusantara, seperti Tari Saman, Kuda Lumping, dan tari dari penjuru nusantara lainnya, yang menggambarkan kekayaan budaya sekaligus mempererat semangat kebhinekaan dalam bingkai keilmuan Islam.
Melalui MQKAN, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati tidak hanya mengukuhkan perannya sebagai pusat pengembangan metode Amtsilati, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam membangun masa depan gemilang bagi generasi santri Indonesia.
