Selama sepekan terakhir, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menerima sejumlah kunjungan dari lembaga pendidikan yang berasal dari luar pesantren. Kunjungan tersebut, selain bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi, juga dimaksudkan untuk memohon restu kepada K.H. Taufiqul Hakim selaku pengarang metode Amtsilati, agar sistem pembelajaran yang mereka pelajari dari Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati dapat berjalan dengan lancar di lembaga masing-masing.
Kunjungan pertama berasal dari Pondok Pesantren Al Fiqoriyah, Bogor, yang dilaksanakan pada 19 Desember 2025. Keesokan harinya, pada 20 Desember 2025, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menerima kunjungan dari TPQ An Nur, Pekalongan. Sementara itu, kunjungan ketiga dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Akhyariyah, Bangkalan, pada 24 Desember 2025.
Total sebanyak 132 santri dan santriwati turut serta dalam rangkaian kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan semangat serta antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan acara yang digelar di Gedung Al-Mubarok pada tiga hari yang berbeda, di mana seluruh peserta mengikuti jalannya acara dengan khidmat.
Acara kunjungan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah. Selanjutnya, Ustadz Nazwan M. Nazi memimpin demonstrasi pembelajaran dari Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Demonstrasi tersebut meliputi pemaparan metode Amtsilati, Fathul Ajib, program bahasa, serta program Pasca Amtsilati. Selama memimpin jalannya demonstrasi, Ustadz Nazwan juga menjelaskan secara bertahap sistem kurikulum pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Selain itu, beliau turut menyampaikan kisah awal penciptaan kitab beserta metode Amtsilati sebagai landasan utama dalam pembelajaran.

Setelah sesi demonstrasi, acara dilanjutkan dengan bedah kitab Baiti Jannaty yang dipimpin oleh Ustadz Hegar Cikal Wiguna. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa kitab tersebut diciptakan sebagai jawaban atas berbagai permasalahan yang terjadi saat ini, seperti menurunnya adab anak muda terhadap orang tua maupun sesama. Kitab ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami karena ditujukan untuk semua kalangan. Bahkan, K.H. Taufiqul Hakim menyebut bahwa kitab Baiti Jannaty merupakan bentuk revolusi mental dan pendidikan karakter bagi generasi muda saat ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari para perwakilan lembaga yang berkunjung. Ustadz Najib selaku perwakilan dari Pondok Pesantren Al Fiqoriyah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi sarana untuk menyambung tali silaturahmi. Ia juga berharap agar silaturahmi tersebut senantiasa terjaga hingga akhir hayat. Sementara itu, perwakilan dari TPQ An Nur, Ustadz Yusuf Hisyam, menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati. Yang terakhir Ustadz Isro’ Hadhori dari Ponpes Al-Akhyariyah menyampaikan rasa syukurnya karena bisa berkunjung langsung ke pusat pembelajaran metode Amtsilati, dia harap kunjungan ini bisa memberikan manfaat besar baik bagi tamu maupun tuan rumah.

Rangkaian acara kunjungan diakhiri dengan sambutan dan mau‘izhah hasanah dari K.H. Taufiqul Hakim. Dalam kesempatan tersebut, beliau berpesan agar para santri senantiasa menyiarkan nilai-nilai positif serta berpegang teguh pada akidah dan moral sebagai kaum santri. Beliau juga menyampaikan bahwa santri merupakan paku bumi-nya Allah SWT yang menjadi penangkal murka-Nya. Selain itu, beliau menegaskan bahwa generasi muda saat ini adalah generasi penerus bangsa dan calon penerus syiar agama Allah SWT. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mulai membiasakan perilaku-perilaku baik, khususnya dalam berbakti kepada kedua orang tua.
Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan silaturahmi yang semakin erat antara Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati dengan lembaga-lembaga pendidikan yang berkunjung. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penerapan metode Amtsilati, sehingga dapat diaplikasikan secara optimal di masing-masing lembaga. Dengan demikian nilai-nilai keilmuan dan adab dari umat Nabi Muhammad SAW dapat berkembang dan terus meningkat
