Berita Pesantren

Haul Akbar Ke-13 Almarhumah Mbah Hj. Aminah ; Mengenal Ibu Dari Mushonnif Amtsilati

Jepara – Amtsilati Pusat

Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menggelar peringatan Haul Akbar Ke-13 Ibunda Abah Yai K.H. Taufiqul Hakim, Mbah Hj. Aminah binti Mbah Basiman.

Rangkaian Haul Akbar Ke-13 Almarhumah Mbah Hj. Aminah ini dimulai dengan ziarah akbar seluruh santri dan pengurus Ponpes Darul Falah Amtsilati menuju makam Slentreng, tempat ayah dan ibu K.H. Taufiqul Hakim dimakamkan.

Mbah Aminah, yang lahir pada 31 Desember 1936 meninggal pada Ahad Legi 20 Juni 2011 M / 10 Rajab 1435 H.
Acara berlangsung di Makam Slentreng Bangsri pada hari Ahad, 10 Rajab 1445 H /
21 Januari 2024 Pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan 13 tahun wafatnya Mbah Hj. Aminah.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ust. Irkhamni, diikuti dengan pembacaan tawassul kepada para dzurriyyah keluarga ndalem oleh Ketua Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Ust. Abdussalam.

Kegiatan dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an oleh seluruh santri yang dipimpin oleh Ust. Rizal Multazam, diikuti dengan pembacaan tahlil bersama oleh Ust. Alawi yang diikuti oleh santri.

Sebelum penutup, Haul Akbar Ke-13 Mbah Hj. Aminah ini diisi sedikit wejangan dari Habib Labib bin Yahya.

“Haul Akbar ini merupakan wujud kita berbakti kepada ibunda Abah Yai yakni Mbah Hj. Aminah. Abah Yai yang sekarang menjadi sosok hebat dan sukses, menjadi ulama’ dilahirkan oleh ibu yang hebat juga. Mbah Aminah melahirkan dan membesarkan Abah Yai, yang sekarang menjadi guru kita semua, menjadi sosok hebat dan sukses tak lepas dari do’a dan usaha Mbah Aminah”. Ujar Habib Labib dalam sambutannya.

Haul Akbar Ke-13 Mbah Aminah ini juga sebagai wasilah untuk lebih mengenal lagi tentang keluarga besar Abah Yai K.H. Taufiqul Hakim, mengetahui sejarah hidupnya, dan menjadi pengingat bagi kita semua sebagai anak untuk berbakti kepada orang tua, yang masih hidup berbakti dengan patuh kepada orang tua, yang sudah wafat berbakti dengan selalu mendo’akannya.

Habib Labib menambahkan, “Ini merupakan bukti, bahwa dengan ilmu seseorang bisa mulia di dunia dan diakhirat, bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya. K.H. Taufiqul Hakim merupakan anak dari seorang penjual minyak goreng, Mbah Aminah. Bukan anak kiai atau pejabat. Namun, karena kegigihannya, keuletennya dalam belajar bisa menaikkan derajat kedua orang tuanya, bisa menjadi sosok ulama’ yang mempunyai ribuan santri”.

Acara ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Ust. Adlan Aly. Semoga melalui Haul Akbar Almarhumah Mbah Hj. Aminah ini Mbah Hj. Aminah dilapangkan kuburnya dan diterima disisi Allah SWT, dan kita sebagai santri mendapat ridho dan ilmu yang bermanfaat.

Mbah Aminah, penjual minyak klentik (minyak kelapa) yang setiap harinya berjalan kaki jauh menjajakan minyaknya, melahirkan sosok ulama’ besar K.H. Taufiqul Hakim. Lahal Fatihah.